PROGRAM INSPIRING TEACHER DARI WARDAH UNTUK APRESIASI PROFESI GURU – TIDAK DUKUNG KEGIATAN FEMINISME DAN LGBT

Hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan meningkatkan kapasitas para guru. Maka dari itu, diperlukan pelatihan khusus untuk terus mengasah kemampuan para pendidik. Supaya mereka bisa terus berinovasi dan membantu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.  Berawal dari pemahaman ini, sebuah perusahaan kecantikan yang sudah cukup terkenal. Dan bernaung di bawah PT. paragon, produk kecantikan wardah ini menggelar program CSR yang bertemakan wardah inspiring teacher.  Untuk program ini merupakan salah satu program tahunan yang telah dilaksanakan oleh wardah sejak tahun 2017. Dan menurut public relations manager PT paragon tecnology and innovation yakni suci hendrina.  Untuk program ini merupakan salah satu inisiatif mereka untuk mengerahkan CSR di bidang pendidikan.  Hadirnya program ini merupakan inisiatif kami untuk memberikan apresiasi kepada para guru – guru yang ada di Indonesia. Dan pemberian apresiasi ini dalam bentuk pelatihan tutur Suci hendrina. Untuk acara ini telah diselenggarakan pada hari jum’at (22/11) di 100 eatery var, hotel atlet century park jakarta.  Dalam program ini secara total, telah diikuti oleh 200 orang guru dan diselenggarakan di empat kota besar yang ada di Indonesia.  Meliputi kota Bandung, Yogyakarta, jakarta dan surabaya.

Nah, para guru ini dipilih dari sekitar 900 nama yang akan dicalonkan oleh para murid.  Atau dari masyarakat yang tinggal di sekitar mereka. Acara ini pun telah diselenggarakan sejak 22 februari lalu.  Pihak wardah telah mempublikasikan ajakan terbuka baik secara langsung atau secara offline.  Kepada masyarakat untuk merekomendasikan guru mereka mengikuti acara ini.  Untuk mengikuti program ini salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mendaftarkan diri di situs resmi wardah. Serta menuliskan alasan mengapa mereka ingin merekomendasikan guru tersebut.  Dan salah satu syarat, guru yang bersangkutan harus berstatus pengajar aktif. Dan mengajar di keempat kota penyelenggaraan. Setelah melalui tahapan proses seleksi, para guru yang telah terpilih dalam mengikuti program ini pun menjalani pelatihan intensif yang berlangsung selama hampir satu tahun.  Selama setahun ini akan di isi oleh beberapa macam kombinasi kegiatan.  Seperti seminar pelatihan, uji coba kepada murid, pelatihan online, juga peer review yang dilakukan oleh sesama guru.  Dan tahun ini, tujuan yang ingin dicapai oleh program tersebut adalah mengajarkan para guru untuk membuat media pengajaran dengan empati terhadap siswa.

Untuk tema ini telah disampaikan oleh wardah, dengan bantuan dari lembaga pengembangan karier guru, kampus guru cikal.  Dan salah satu yang ingin ditonjolkan melalui program ini adalah bagaimana guru bisa membuat inovasi pengajaran. Dengan menggunakan pola desain thinking yang diawali dengan empati terhadap kebutuhan murid terlebih dahulu, ucap suci hendrina.  Karena berdasarkan pengalaman dan cerita para guru, terkadang saat membuat inovasi media ini, guru membuatnya berdasarkan apa yang mereka inginkan.  Hal ini ternyata sama sekali tidak relevan, karena anak – anak tidak membutuhkan cara seperti itu.  Sehingga yang ingin kami gali di sini adalah bagaimana guru berangkat dari kebutuhan murid.  Selain itu wardah juga berniat untuk meningkatkan skala dan pembelajaran yang diberikan melalui program tersebut. Akan tetapi, pihaknya masih menggodok kurikulum yang akan diperuntukkan tahun depan.

Selain memberikan pelatihan di dalam negeri.  Wardah juga mengajak dua orang guru yang terpilih untuk melihat sistem pendidikan di selandia baru.  Tentu saja hal ini dimaksudkan agar mereka mendapatkan gambaran mengenai sistem pendidikan di negara maju.  Setelahnya kedua guru ini diharapkan dapat menerapkan dan membagikan pembelajaran yang didapatkan nya selama perjalanan.  Untuk mengembangkan kualitas pendidikan di tempatnya masing – masing.  Dan salah satu peserta yang ikut dalam program ini menuturkan meski merasa sistem di tempatnya mengajar masih jauh dari kualitas pendidikan yang ada di selandia baru.  Dina ingin mencoba menerapkan apa yang didapatkan nya dalam perjalanan tersebut. Dan jika di sana, sudah diarahkan. Jika di sini Apabila mereka ingin menekuni suatu bidang, yang belajarnya konsisten di situ terus. Nah, itu bisa di terapkan di sini. Namun akhir – akhir ini wardah di terpa isu yang kurang mengenakkan. Dimana wardah diisukan bertindak sebagai sponsor dalam sebuah acara.  Dalam poster acara ini bertemakan kajian bahaya feminisme. Pada poster tersebut terlihat acara ini akan diselenggarakan pada sabtu pekan ini pada tanggal 25 januari 2020.  Untuk acara dengan tema wardah feminisme ini tepatnya akan diadakan di masjid jami al – mukhlisin, malasari jakarta timur.  Namun menurut sumber yang terpercaya, Wahida oktavia menjelaskan jika pihaknya memang tidak mensponsori acara ini. Dan untuk mencantumkan logo wardag feminime ini dilakukan tanpa persetujuan pihaknya. Dan hal juga membuat pihak wardah membantah telah mensponsori acara bertema bahan feminisme dan LGBT tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat dengan kami melalui WhatsApp